Tanjungpandan – Rabu 15-10-2025 Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Belitung kembali menggelar kajian rutin bulanan yang kali ini membahas tema “Fiqih Zakat Kontemporer: Asnaf Muallaf.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Lazismu Belitung dan diikuti oleh seluruh staf, Badan Pengurus, serta Dewan Pengawas Syariah Lazismu Belitung.
Kajian ini dipandu langsung oleh Ustaz Asrul Jamaluddin, M.Hum, selaku Dewan Pengawas Syariah Lazismu Belitung, yang menyampaikan materi secara daring melalui Zoom Meeting. Dalam pembukaannya, Ustaz Asrul menanyakan perkembangan penghimpunan dan pendayagunaan dana zakat Lazismu selama satu bulan terakhir sebelum memulai pembahasan inti.
Selama kurang lebih satu jam, Ustaz Asrul menguraikan secara mendalam tentang asnaf muallaf sebagai salah satu golongan penerima zakat yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah At-Taubah ayat 60. Ia menjelaskan bahwa zakat untuk muallaf bertujuan untuk meneguhkan hati mereka agar mantap dalam keislaman serta mendukung integrasi sosial mereka dalam kehidupan umat Islam.
Beliau juga menambahkan bahwa di beberapa negara, pemberian zakat kepada muallaf memiliki jangka waktu yang bervariasi — mulai dari satu tahun, tiga tahun, bahkan tanpa batas waktu tertentu — tergantung pada tingkat keimanan dan kemandirian individu muallaf tersebut.
Menurutnya, lembaga zakat perlu memiliki strategi manajemen yang kreatif agar muallaf tidak hanya menerima bantuan konsumtif, melainkan juga mendapatkan program pemberdayaan dan pelatihan keterampilan untuk mencapai kemandirian ekonomi.
Pada sesi tanya jawab, Bapak Susanto, Ketua Yayasan Muallaf Center Belitung, menyampaikan dua pertanyaan terkait program Lazismu bagi muallaf. Pertama, tentang bentuk dukungan konkret Lazismu terhadap muallaf di Yayasan Muallaf Center, dan kedua, mengenai pemerataan penerima zakat dalam kategori asnaf muallaf agar tidak hanya diberikan kepada individu tertentu saja.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Lazismu Belitung menjelaskan bahwa selama ini Lazismu telah menjalankan beberapa program untuk muallaf, antara lain Pesantren Muallaf setiap bulan Ramadan, pemberian paket sembako, serta program pemberdayaan bercocok tanam bersama Ustaz Egi yang diberikan bibit sayuran dan pelatihan pertanian. Program ini menjadi percontohan kemandirian muallaf agar tidak bergantung pada bantuan semata.
Namun, ia juga menegaskan bahwa Lazismu memiliki keterbatasan dana dan setiap awal tahun telah menetapkan rencana program tahunan agar penyaluran berjalan efektif dan terencana.
Kajian rutin ini ditutup dengan ajakan untuk terus memperkuat peran Lazismu dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, khususnya muallaf, melalui pembinaan dan peningkatan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian dan keberlanjutan hidup mereka di masa depan.



