Tanjungpandan – Rabu 18-06-2025 Lazismu Belitung menggelar kegiatan kajian rutin bulanan yang membahas tema Fiqih Zakat Kontemporer. Kegiatan ini diikuti oleh staf Lazismu, badan pengurus, serta Dewan Pengawas Syariah dan diselenggarakan di kantor Lazismu Belitung.
Kajian ini dipimpin oleh narasumber utama, Ustaz Asrul Jamaluddin, M.Hum, salah satu anggota Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Dewan Pengawas Syariah Lazismu Belitung. Beliau hadir secara virtual melalui platform Zoom.
Dalam pemaparannya, Ustaz Asrul menjelaskan bahwa zakat kontemporer merupakan adaptasi dari konsep zakat klasik agar dapat diterapkan di era modern. Ia menekankan bahwa zakat harus berasal dari rezeki yang halal dan thayyib (baik), dan ditujukan untuk mencapai kehidupan yang sejahtera, damai, dan bahagia—sesuai nilai-nilai iman, Islam, dan ihsan.
Tujuan utama kajian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan para amil Lazismu terhadap perkembangan fiqih zakat di era modern. Ini dianggap penting agar lembaga zakat dapat menjawab tantangan zaman dengan tetap menjaga prinsip-prinsip dasar syariat Islam.
Kegiatan berlangsung di Kantor Lazismu Belitung dan turut melibatkan partisipasi dari Kantor Layanan serta unsur struktural lainnya.
Dalam materi yang disampaikan, Ustaz Asrul juga menyoroti pentingnya pengelolaan zakat secara profesional, termasuk:
-
Tata kelola organisasi yang baik dan transparan,
-
Pemanfaatan teknologi digital dalam pembayaran zakat,
-
Penguatan konten edukatif dan menarik di media sosial,
-
Serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.
Beliau menyimpulkan bahwa meskipun zakat kontemporer berbeda bentuk dari zakat di masa lalu, tujuannya tetap sama: menyucikan jiwa, membantu yang membutuhkan, serta menciptakan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Lazismu Belitung, Agus Sulistiyadi, S.K.M., M.Epid., turut memberikan tanggapan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kajian rutin seperti ini merupakan kebutuhan penting bagi para amil dalam meningkatkan kapasitas diri. “Tak hanya staf kantor utama, tetapi seluruh Kantor Layanan Lazismu juga harus terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran seperti ini,” ujarnya.



