Tanjungpandan – Sabtu 06/12/12. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Lazismu Belitung berhasil melaksanakan penggalangan donasi kemanusiaan bagi korban banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Sumatera. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian keluarga besar Muhammadiyah Belitung terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Penggalangan donasi dilakukan untuk membantu warga Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan wilayah sekitar yang terdampak banjir bandang dan longsor. Donasi berupa uang serta bentuk kepedulian lainnya dikumpulkan untuk mendukung kebutuhan darurat para penyintas.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan IPM, PDPM, dan Lazismu Belitung dengan dukungan besar dari masyarakat Belitung yang ikut memberikan donasi maupun dukungan moral kepada para korban bencana.
Penggalangan donasi dilakukan di beberapa titik strategis lampu merah di Kota Tanjungpandan, yaitu: Lampu Merah Aik Rayak, Lampu Merah Masjid Asy-Syuro, Lampu Merah Kampung Ujung, Depan Masjid Tanjungpendam, Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 4–6 Desember 2025, dengan pembagian tim di beberapa titik untuk memaksimalkan jangkauan penggalangan donasi.
Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara di Sumatera yang sedang mengalami cobaan berat akibat banjir bandang dan longsor. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan akses kebutuhan pokok, sehingga uluran tangan masyarakat sangat dibutuhkan.
Tim gabungan turun langsung ke lapangan dengan membuka pos galang donasi di perempatan lampu merah. Masyarakat Belitung menunjukkan antusiasme yang tinggi, dengan banyaknya donasi yang diberikan serta doa dan empati untuk para korban. Koordinasi antarorganisasi Muhammadiyah berjalan baik sehingga pengumpulan donasi berlangsung aman, tertib, dan transparan.

Ketua PDPM Belitung, Eddy Paryanto, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kebersamaan seluruh elemen. “Galang donasi ini tidak akan terlaksana jika kita bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan ikatan emosional untuk saling membantu, dan alhamdulillah masyarakat Muhammadiyah sangat sigap. Dengan merangkul IPM dan Lazismu, insyaallah bantuan dari warga Belitung tersalurkan dengan amanah,” ujarnya.



