Tanjungpandan – Kamis 22/10/2026 Lazismu Belitung bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Batu Mentas kembali memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Memasuki fase kedua penyaluran, Lazismu Belitung menyiapkan lebih dari 75 ton air bersih untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Belitung, termasuk beberapa daerah baru di sekitar Tanjungpandan.
Kekeringan yang melanda Kabupaten Belitung telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Berdasarkan perkiraan cuaca yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau diperkirakan masih berlanjut hingga sekitar pertengahan November 2026. Fenomena El Niño turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kering di sejumlah wilayah.
Sebelumnya, Lazismu Belitung telah menyelesaikan penyaluran air bersih fase pertama dengan total sekitar 75 ton. Bantuan tersebut didistribusikan ke sejumlah titik, mulai dari Desa Perawas hingga wilayah Kelurahan Lesung Batang dan Desa Aik Rayak. Program ini juga menjangkau sejumlah sekolah yang membutuhkan pasokan air bersih untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.
Program penyaluran air bersih tersebut telah berjalan hampir satu bulan sebagai respons atas keluhan masyarakat mengenai keterbatasan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memasuki fase kedua, kebutuhan masyarakat semakin mendesak seiring berlanjutnya musim kemarau.
Tim Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Belitung bersama driver ambulans Lazismu yang turut membantu koordinasi lapangan melakukan peninjauan terhadap sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Berdasarkan pendataan dan laporan pengaduan masyarakat yang diterima kantor Lazismu Belitung, Desa Dukong dan Desa Pilang menjadi wilayah tambahan yang masuk dalam sasaran penyaluran air bersih.
Penyaluran fase kedua telah dimulai pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan menyasar sejumlah wilayah, di antaranya Desa Perawas, Desa Aik Rayak, Kelurahan Lesung Batang, Desa Dukong, dan Desa Pilang. Distribusi ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meringankan beban warga selama menghadapi musim kemarau berkepanjangan.
Chandra, perwakilan tim Lazismu Belitung, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Ia menegaskan bahwa penambahan wilayah penerima bantuan tidak akan mengurangi alokasi air bersih bagi desa maupun lokasi yang sebelumnya telah mendapatkan bantuan.
Menurutnya, sinergi dan kepedulian berbagai pihak sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat melewati kondisi kemarau panjang ini dengan lebih baik. Lazismu Belitung juga berharap masyarakat tetap diberikan kesabaran serta terus menjaga semangat gotong royong dalam menghadapi keterbatasan air bersih.
Melalui kolaborasi bersama PDAM, Lazismu Belitung berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Program ini menjadi bagian dari komitmen Lazismu untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi darurat dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar.



