Tanjungpandan – Rabu 21/10/2026 Lazismu Belitung terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat dhuafa melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah pemberdayaan tiga mustahik melalui pelatihan dan pendampingan pengelolaan peternakan madu trigona agar mampu membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Ananda Madu Trigona, sebuah usaha peternakan madu trigona yang memberikan kesempatan kepada para mustahik binaan Lazismu Belitung untuk memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, serta peluang penghasilan dari sektor peternakan madu.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Muas, seorang mualaf yang tinggal di lingkungan peternakan madu trigona. Ia bertugas mengelola dan merawat kebun, mulai dari pemeliharaan sarang lebah, proses pemanenan madu, hingga melakukan pendataan terhadap sarang lebah yang mengalami permasalahan.
Sementara itu, dua mustahik lainnya merupakan jamaah Masjid Abdul Hadi Muhammadiyah yang turut aktif membantu perawatan masjid. Keduanya juga terlibat dalam kegiatan panen madu serta pemasaran produk di lingkungan masjid.
Kerja sama antara Lazismu Belitung dan Ananda Madu Trigona telah berlangsung hampir satu tahun. Kehadiran ketiga mustahik tidak hanya memberikan manfaat berupa peningkatan keterampilan dan peluang kemandirian ekonomi bagi penerima manfaat, tetapi juga membantu pengelolaan operasional peternakan.
Pemilik Ananda Madu Trigona, Agus Sulistiadi, menyampaikan bahwa keterlibatan para mustahik memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha peternakan yang sebelumnya dikelola bersama keluarga.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya ketiga mustahik binaan Lazismu Belitung. Pada tahap awal, kami bersama keluarga memberikan pelatihan selama beberapa bulan dengan mengutamakan praktik langsung di lapangan. Setelah melalui beberapa kali pelatihan dan pendampingan, mereka mulai cakap menjalankan tugas-tugas dalam pengelolaan peternakan madu trigona,” ungkap Agus.
Ia juga menjelaskan bahwa pada musim panen raya, produksi madu trigona dapat meningkat secara signifikan. Muas, yang menjalankan kegiatan pemanenan secara rutin, turut berkontribusi dalam mengoptimalkan hasil panen. Selain menjalankan tugas operasional, para mustahik juga diberikan kesempatan untuk memasarkan produk madu melalui Masjid Abdul Hadi Muhammadiyah maupun media sosial, seperti WhatsApp.
Direktur Eksekutif Lazismu Belitung, Muhammad Nadhirin, menegaskan bahwa program pemberdayaan peternakan madu trigona merupakan bagian dari komitmen Lazismu dalam menghadirkan program yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kehidupan mustahik.
Menurutnya, potensi madu trigona yang memiliki pasar dan peminat tersendiri menjadi peluang ekonomi yang perlu dikembangkan melalui pendampingan, peningkatan keterampilan, serta keterlibatan langsung para penerima manfaat dalam proses produksi dan pemasaran.
“Program ini merupakan bentuk pemberdayaan yang akan terus kami dorong secara berkelanjutan. Kami melihat adanya potensi ekonomi dari peternakan madu trigona, sekaligus semangat para mustahik yang terus bekerja keras untuk membangun kemandirian. Harapan kami, melalui program ini, para mustahik tidak hanya memperoleh manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup dan berdikari secara ekonomi,” ujar Muhammad Nadhirin.



